Meski Hilal Sudah Terlihat, Pemerintah Tetap Saja Putuskan 1 Ramadhan Hari Sabtu. Mengapa?


image

Dari tempat ru’yatul hilal di yayasan Al Husniah Cakung, Jakarta Timur hilal telah terlihat. Adalah Ustadz H. Muhammad Labib dari Lajnah Falakiah menyatakan telah melihat hilal pada pukul 17.53 WIB di ketinggian 3,5 derajat selama 4 menit.

Ustadz Afriano juga melihat hilal, bahkan ia melihat hilal selama 5 menit. Kedua ustadz ini adalah  tenaga ahli terlatih dalam ru’yatul hilal yang bukan hanya mengamati hilal pada bulan Ramadhan saja namun pada bulan-bulan lainnya.

Apakah hanya itu? Ternyata masih ada dua orang lainnya yang melihat hilal di cakung yaitu Munarman dari Forum Umat Islam (FUI) dan Ustadz Nabil Jamhari. Dan semuanya telah bersaksi dibawah sumpah oleh hakim yang sah H Nemin Aminudin SH MH dari departemen agama agar untuk dijadikan laporan pada sidang isbat.

Tidak hanya dicakung, di Solo ormas-ormas yang melakukan ru’yatul hilal telah pula melihat hilal dengan ketinggian 2 derajat. Maka diyakinilah bahwa Kamis malam telah dapat dilakukan sholat tarawih dan jum’at sudah berpuasa Ramadhan.

Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda,

“Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. Apabila terhalang penglihatanmu oleh awan, maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban 30 hari.”

Tapi apa yang kita lihat dalam sidang isbat malam tadi benar-benar aneh. Salah seorang pemuka dari NU tidak mempercayai jika hilal sudah terlihat dicakung, malah meminta kementrian agama untuk meninjau tempat rukyah dicakung bahkan hakimnya juga diminta diperiksa keabsahannya.

Anehkan? Kalaulah seorang ulama kondang, Haji, ustadz, mentri agama dan lain sebagainya yang paham ilmu agama, paham hukum bersumpah tapi tetap tidak mempercayai kesaksian empat orang muslim dibawah sumpah dengan Al-Qur’an oleh seorang hakim yang sah… Mau gimana lagi…? Maka sidang isbat hanyalah omong kosong dan tidak ada gunanya. Sebelum sidangpun kita semua sudah tahu keputusannya. Sangat jelas pemerintah seolah hanya “manggut-manggut” tunduk kepala pada pandangan dan cara berfikir kelompok keagamaan tertentu saja yang banyak pengikutnya.

Lantas jelaslah sekarang siapa yang mengingkari hadis nabi :

“Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. Apabila terhalang penglihatanmu oleh awan, maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban 30 hari.”

Siapa yang mengingkari? Anda pasti tahu jawabannya…

ABDI SUHAMDI’s Blog

Tidak menemukan artikel yang anda cari? KLIK disini :

11 thoughts on “Meski Hilal Sudah Terlihat, Pemerintah Tetap Saja Putuskan 1 Ramadhan Hari Sabtu. Mengapa?

  1. lho kan sudah biasa kan sumpah itu dianggap ceremony. lha mereka dulu jg bersumpah demi Allah. tapi yo korupsi juga kan …..namanya juga negara ceremonial

  2. Sidang isbat itu bukan utk mencari kebenaran, tp untuk mencari pembenaran. Dan sidang isbat bukan musyawarah menentukan 1 ramadhan, tp hampir sama seperti PILKADA, PILPRES. Bagaimana tidak! Utk menentukan 1ramadhan aja pakek voting diMana suara terbanyak di pilih. Meski Allah sdh memberi petunjuk melalui mereka yg melihat hilal tetap aja tdk menjadi petunjuk, karena niat sidang isbat bukan ibadah karena Allah. Tetapi karena ingin menunjukkan kaum mayoritasnya. Dan tdk berani menunjukan kebenaran yg haqiqi karena Allah tp takut pada penguasa mayoritas.

  3. Ulama terdahulu sdh biasa dg voting (ittifaq), baca sj kitab2 hukum Islam didalamnya terdpt kalimat ulama tlh sepakat atw tdk sepakat (ikhtilaf), wallahu a’lam

  4. ga mau pusing ah…..kalau ikut yg minoritas, tarawih ga da teman, lebaran ga bareng2…ujung2nya ga seru…..

    • wew.. sayah baru tau kalo islam cuman seru2an.. jadi menurut abang islam bukan agama donk…

    • Duuuh kalau pilih SERU-SERUAN ikut aliran Sepak Bola aja. Coba buka Qs. Al “Anam : 116. anda akan tahu jawabnnya.

  5. apakah pemerintah melarang bagi yang puasanya dimulai lebih awal ?, baca sdsuau yang lebih lengkap please

  6. Yang pertamakali menetapkan tahun hijri adlah di arab. Pertanyaannya bolehkah kita mendahului memasuki bulan Ramadhan atau bulan Hijri selanjutnya ? Bolehkah kita berhari Raya Fitri atau Iedul Adha mendahului Arab. Dimanakah BATAS Garis Penanggalan tahun hijri? .

Komentar ditutup.